Blog EntryKalung Bio FIRRJan 8, '08 9:11 AM
for everyone

Kawan-kawan,

Senang dapat membantu kawan-kawan yang peduli akan kesehatan maupun yang sedang mengalami gangguan kesehatan melalui kalung bio firr (far infra red ray). Dimana kalung ini mempunyai 4 karakeristik utama, yaitu :
1. Mengaktifkan dan menyeimbangkan sel-sel tubuh
2. Memecah molekul air & mengencerkan darah
3. Menghambat pertumbuhan sel-sel kanker
4. Menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.

Kalung seharga Rp. 1.290.000,- diluar ongkos kirim kecuali Jakarta dapat dimanfaatkan sepanjang masa dan dapat dimanfaatkan menjadi gelang sekaligus. Banyak orang yang telah menggunakan dan merasakan manfaatnya.

Jika kawan-kawan berminat, dapat menghubungi saya di 021-98030803, 0811-801779, dan 0816-934909. 

Salam


Blog EntrySABARNov 20, '07 4:57 AM
for everyone

Ringkasan dari “Shabar : salah satu prinsip gerakan dakwah” oleh  Yusuf Qordhowi

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah - buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang - orang yang sabar, (yaitu) orang - orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan : “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rajiuun”
(QS Al-Baqarah: 155 - 156)

 

Sesungguhnya Allah menjadikan dunia bukan sebagai tempat pembalasan ( pahala atau siksa), bukan pula sebagai tempat memutuskan sesuatu perkara, akan tetapi Allah menjadikan dunia sebagai tempat untuk membersihkan diri, tempat ujian dan cobaan. Peralihan dari satu waktu ke waktu adalah merupakan rangkaian cobaan hidup yang sambung menyambung. Lepas dari satu cobaan, muncul lagi cobaan hidup yang lain. Adanya cobaan bagi ahli iman mengandung tujuan dan hikmah yang banyak , di antaranya ialah:

1. Untuk membersihkan barisan mukminin dari mereka yang hanya mengaku-mengaku beriman.

Dalam keadaan damai dan tentram, yang baik dan yang buruk berbaur. Dengan adanya ujian akan tampak siapa yang ikhlas setia dan yang tidak, seperti terujinya emas murni dan emas imitasi melalui pembakaran. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak akan diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang - orang yang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang - orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang - orang yang dusta”(QS Al Ankabut:2 - 3).

 

2.Mendidik kaum beriman dan menjernihkan hati mereka. Mereka akan menjadi matang melalui ujian, seperti matangnya makanan dengan api.

 

3.Meningkatkan kedudukan orang-orang beriman di sisi Allah SWT.

Dengan ujian Allah meningkatkan derajat mereka, melipatgandakan pahala mereka, dan menghapus dosa - dosanya. Tiap manusia tidak luput dari dosa karena mereka bukan malaikat yang suci. Tidak ada orang yang maksum dari dosa kecuali para Nabi. Karunia rahmat Allah SWT bagi manusia sehingga mereka diuji untuk menghapus dosa - dosa mereka yang terbukti bersabar dan berjuang karena Allah semata. Sabda Rasulullaah SAW: “Tidaklah seorang muslim menderita karena kesedihan, kedudukan, kesusahan , kepayahan, penyakit dan gangguan duri yang menusuk tubuhnya kecuali dengan itu Allah mengampuni dosa - dosanya.”

Untuk mengatasi segala ujian dan cobaan ini, tatkala mendekati usia balig manusia diberi dua kekuatan oleh Allah SWT. Kekuatan pertama ialah kekuatan hidayah untuk mengetahui kebenaran-kebenaran secara tepat dan akurat, sedangkan kekuatan kedua adalah sabar. Kekuatan kedua merupakan pelengkap bagi kekuatan pertama yang akan membantu dan menopangnya dalam menghadapi perang melawan hawa nafsu dan godaan syaitan.

 

Dikatakan bahwa sabar adalah perilaku utama yang dengannya orang tercegah dari berbuat hal - hal yang buruk dan tidak baik. Ia merupakan suatu kekuatan jiwa yang dengannya segala perkara menjadi maslahat dan baik. Arti sabar menurut bahasa ialah ‘mencegah’ dan ‘menahan’, sedangkan lawannya ialah ‘keluh kesah’ dan ‘gelisah’. Sabar merupakan pegangan seorang mukmin dalam gerak langkahnya. Sabar yang terpuji dalam Al-Qur’an ialah karena Allah dan bukan untuk memperoleh pujian atau tanda jasa dari manusia. “Dan untuk Rabbmu hendaklah kamu bersabar” (QS Al Muddatsir: 7)

Sabar terbagi menjadi 3  bagian:

1. Sabar terhadap perintah, dengan jalan menaatinya.

Sabar dalam ketaatan berarti sabar terhadap tugas yang berat. Seorang yang taat dan patuh membutuhkan sabar dalam tiga hal.
Pertama, sabar sebelum ketaatan, yaitu dengan mengikhlas-kan niat, dalam melawan bayang - bayang riya dan penyimpangan lainnya. Membulatkan tekad untuk jujur dan menepati janji ini berat bagi orang yang mengerti hakekat niat, ikhlas dan keburukan riya.


Kedua, sabar pada saat bekerja, agar tidak melalaikan Allah dan tidak malas untuk menepati pelaksanaan peraturan dan hukum Allah. Selalu sabar melawan kelemahan, kekesalan dan kejenuhan. Ini juga merupakan sabar yang berat.

Ketiga, setelah selesai pekerjaan dibutuhkan kesabaran dengan tidak merasa bangga dan menepuk dada karena riya dan mencari popularitas, sehingga mengakibatkan hilangnya keikhlasan.

2.  Sabar terhadap larangan dan kemungkaran dengan jalan menjauhinya

3.  Sabar menghadapi taqdir, dengan cara tidak berkeluh kesah.

Sabar juga terbagi dua, sabar yang diusahakan  (ikhtiyari)  dan sabar yang dipaksakan (idhthirari). Sabar ikhtiyari lebih utama daripada sabar idhtirari, karena sabar idhthirari bisa dimiliki oleh semua manusia dan terdapat pada orang yang tidak ada padanya sabar ikhtiari. Sabarnya Nabi Yusuf as dalam menghadapi goadaan istri al-‘Aziz lebih utama dari kesabarannya atas kejahatan dan tipu muslihat saudara-saudaranya yang melem-parkannya ke dalam sumur.

Orang tidak boleh merasa cukup dengan satu jenis kesa-baran saja, karena ia hidup di antara perintah-perintah yang harus ia kerjakan dan larangan - larangan yang mesti ia tinggalkan, sebagaimana ia juga senantiasa berada di antara ketentuan- ketentuan taqdir yang harus ia terima, dan nikmat yang wajib ia syukuri. Ia tidak pernah lepas dari keadaan - keadaan seperti itu. Maka kesabaran tersebut harus senantiasa ia miliki sampai mati. Kesabaran merupakan suatu hal yang sulit dan harus diusahakan dengan susah payah oleh manusia.Al-Qur’an mengisya-ratkan beberapa faktor yang menunjang terlaksananya dan meringankan manusia, antara lain:

1.Memahami arti kehidupan yang sebenarnya.

Kehidupan dunia bukanlah surga kebahagiaan atau tempat tinggal abadi, tetapi medan pelaksanaan tugas dan menempuh ujian dan cobaan. Al Qur’an menjelaskan bahwa kehidupan dunia penuh kesulitan dan kepayahan.
Firman Allah: “Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam susah payah.” (QS Al Balad: 4)
Allah SWT menciptakan kehidupan dunia ini bercampur antara kesenangan dan kesusahan, antara kenikmatan dan penderitaan, antara hal - hal yang disenangi dan yang dibenci. Tidak akan ada suka tanpa duka, atau kesehatan tubuh tanpa penyakit, atau istirahat penuh tanpa lelah, atau pertemuan tanpa perpisahan, atau keamanan tanpa ketakutan.

2.Menyadari bahwa sesungguhnya manusia adalah milik Allah.

Allah SWT telah menciptakan manusia dari tiada. Jika ditarik kembali sebagian yang dimiliki manusia maka sudah seharusnya dia tidak marah kepada pemberinya dan pemiliknya. Firman Allah: “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa kemudharatan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan:” (QS An Nahl : 53)

3.Yakin akan adanya pahala yang baik di sisi Allah

Tidak ada dalam Al Qur’an janji pahala dan ganjaran yang lebih besar daripada pahala sabar. Firman Allah SWT: “Dan orang - orang  yang beriman dan mengerjakan amal - amal yang sholeh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat yang tinggi dalam syurga, yang mengalir sungai - sungai di bawahnya, itulah sebaik - baik pembalasan bagi orang - orang yang beramal, (yaitu) yang sabar dan bertawakkal kepada Rabbnya.”(QS Al Ankabut: 58 - 59)

4.Beriman kepada taqdir dan sunatullah

Apa yang menimpa diri seseorang bukanlah suatu kesalahan atau kekeliruan atau terjadi secara kebetulan. Semua yang sudah ditentukan taqdir-Nya tidak mungkin salah atau meleset. Taqdir Allah merupakan suatu kepastian baik manusia itu rela menerimanya ataupun marah -marah, baik dengan sabar ataupun dengan gelisah. Orang yang berakal harus sabar dan rela agar tidak kehilangan pahala. Kalau tidak sabar dengan rela maka sabar terpaksa yang dilakukannya tidak ada nilainya baik dari segi dien ataupun dari segi moral.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan - Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”.” (Al Hadiid: 22 - 23)

5.Yakin akan terbebas dari musibah

Keyakinan akan datangnya kemenangan dari Allah bagi orang - orang beriman sebagai ganti ujian dan cobaan yang dialaminya akan menghilangkan kegelisahan batin, menghapus rasa putus asa, memerangi jiwa dengan sinar harapan dan percaya akan hari esok yang lebih cerah. Optimisme atau harapan adalah penggerak yang kuat, sedangkan rasa putus asa merupakan penyakit berbahaya bahkan dapat mematikan. Tak lupa pula memohon pertolongan kepada Allah SWT, berlindung kepada-Nya, berkeyakinan bahwa dia dalam perlindungan, pembelaan dan pemeliharaan Allah SWT, maka dia tidak akan teraniaya. Firman Allah SWT:“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang - orang yang sabar.” (Al Anfaal:46)

6.Meneladani  orang - orang yang sabar dan memiliki kebulatan tekad

Merenungi dengan seksama perjalanan hidup orang - orang yang sabar, khususnya para nabi dan rasul pembawa risalah Allah dan orang - orang pilihan kesayangan Allah,  dapat menopang kesabaran. Ayat - ayat yang turun di Mekkah banyak meriwayatkan perjuangan para nabi. B

 

bahkan diulang - ulang dalam beberapa surat sebagai pelipur dan penghibur bagi Muhammad SAW dan kaum beriman. Juga sebagai penguat batin dalam menghadapi musuh -musuh da’wah yang kuat perlawanannya dan banyak jumlahnya. “Dan semua kisah dari rasul - rasul Kami ceritakan kepadamu ialah kisah -kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang - orang yang beriman.” (Huud: 120).“Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami dan kami sungguh - sungguh akan bersabar terhadap gangguan - gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang - orang yang bertawakal itu berserah diri” (Ibrahim: 12)

 

Ringkasan dari “Shabar : salah satu prinsip gerakan dakwah” oleh  Yusuf Qordhowi

 


Blog EntryPenemuan Terbaru Mengenai Kanker HatiNov 12, '07 12:45 AM
for everyone

Jangan PULANG Larut Malam

 

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT,GPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index).


Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.  Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling Utama
  2. Tidak buang air di pagi hari.
  3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
  4. Tidak makan pagi.
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
  6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
  7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga  berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
  8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

    Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya

Sebab:

·         Malam hari pk 9 - 11: adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik.

·         Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
Malam hari pk 11 - dini Hari pk 1: saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

·         Dini hari pk 1 - 3: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

·         Dini hari pk 3 - 5: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat  batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

·         Pagi pk 5 - 7: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.

·         Pagi pk 7 - 9: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya.


Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.


Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna.


Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah


Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang


Blog Entry"Pertolongan Pertama Pada Stroke"Sep 17, '07 1:02 AM
for everyone

"Pertolongan Pertama Pada Stroke"

 

(Dengan cara mengeluarkan darah pada setiap ujung jari tangan dan ujung daun telinga)

Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan STROKE.

Cara ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita, juga tidak menimbulkan efek sampingan apapun.

Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan GAWAT DARURAT yang dapat berhasil.
 
Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE, seluruh darah di tubuh akan mengalir sangat kencang menuju pembuluh darah di otak. Apabila kegiatan pertolongan diberikan terlambat sedikit saja, maka pembuluh darah pada otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang mengalir dengan deras dan akan segera pecah sedikit demi sedikit. Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik tetapi harus tenang.

Sipenderita harus tetap berada ditempat semula dimana ia terjatuh (mis:dikamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja). JANGAN DIPINDAHKAN!!! sebab dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan mempercepat perpecahan pembuluh darah halus di otak. Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi, dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan.

Untuk yang terbaik menggunakan JARUM SUNTIK, namun apabila tidak ada, maka JARUM JAHIT / JARUM PENTUL / PENITI dapat dipakai dengan terlebih dahulu disterilkan dulu dengan cara dibakar diatas api. Segera setelah jarum steril, lakukan PENUSUKAN pada 10 UJUNG JARI TANGAN.

Titik penusukan kira-kira 1cm dari ujung kuku. Setiap jari cukup ditusuk  1 kali saja dengan harapan setiap jari mengeluarkan tetes darah.

Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara dipencet apabila darah ternyata tidak keluar dari ujung jari. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit, si penderita akan segera sadar kembali.

Bila mulut sipenderita tampak mencong / tidak normal, maka KEDUA DAUN TELINGA sipenderita HARUS DITARIK-TARIK sampai berwarna kemerah-merahan.

Setelah itu lakukanlah 2 KALI PENUSUKAN pada masing-masing UJUNG BAWAH DAUN TELINGA sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga. Dengan demikian dalam beberapa menit bentuk mulut sipenderita akan kembali normal.

Setelah keadaan si penderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti,maka bawalah si penderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.


PS: Demi nyawa, worth to try kan ......


Blog EntryOrang TuaSep 12, '07 6:07 AM
for everyone

Di Suatu Rumah Jompo

Suatu hari seorang sahabat pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya.

Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

 Ketika dia sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata sang sahabat tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang sahabat mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara.

Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya. Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang.

Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi.

Apapun keinginan anak saya, saya usahakan agar terpenuhi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yg mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan  rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit2an.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk  keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya.

Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.

Sejak itu sang sahabat selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa.

Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali sang sahabat membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian?

Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.


Blog EntryMarhaban ya RamadhanSep 12, '07 1:01 AM
for everyone

As-salamu’alaykum wr. wb.

 

Allahuma bariklana fi Rajab wa Sya'ban wa balighna Ramadhan.

 

Kiranya dapat dima'afkan segala khilaf kami sekeluarga yang ada. Insya ALLAH kita jalani shaum ramadhan ini dengan hati bersih damai dan  mendapat ridho ALLAH  SWT. Amin.

  

Wassalamu’alaykum wr. wb.

Rini Sumaryo & Kel.

 


Blog EntryShalat TarawihSep 11, '07 5:09 AM
for everyone

Shalat Tarawih Berjama’ah adalah Sunnah bukan Bid’ah

 Oleh : Abu Hasan

 

 

Shalat malam berjama’ah pada bulan Ramadhan telah disyari’atkan oleh Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam berdasarkan nash dan dalil yang berdiri kuat dan kokoh serta telah ditahqiq oleh para ulama yang masyhur.

 

Dari Jubair bin Nufair, dari Abu Dzar radhiyallaHu ‘anHu, dia berkata,

 “Kami pernah berpuasa bersama Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam pada bulan Ramadhan, dan beliau tidak pernah shalat bersama kami sehingga tersisa tujuh hari (dari bulan Ramadhan).  Dimana beliau bangun bersama kami sampai sepertiga malam berlalu. 

 

Kemudian beliau tidak shalat bersama kami pada malam yang keempat.  Baru kemudian pada malam berikutnya (malam yang kelima) beliau keluar mengerjakan shalat bersama kami hingga berlalu separuh malam.

 

Kami katakan kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, alangkah baiknya jika engkau mengerjakan shalat malam bersama kami pada sisa malam kami ini’. 

Lalu beliau menjawab, ‘Innar rajula idzaa qaama ma’al imaami hatta yanshari fa-husibat laHu qiyaamu laylatin” (yang artinya) ‘Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam pergi, maka ditulis baginya pahala shalat malam dari sisa malamnya itu’” (HR. at Tirmidzi no. 806, an Nasai III/83, Abu Dawud no. 1375 dan Ibnu Majah no. 1327, hadits ini dinilai shahih oleh at Tirmidzi dan oleh muhaqqiq Kitab Jamii’ul Ushul VI/121 serta oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Abu Dawud no. 1245 dan al Irwa’ no. 447)

 

Imam at Tirmidzi rahimahullah mengomentari hadits tersebut di atas, “Ibnul Mubarak, Ahmad dan Ishaq memilih shalat bersama imam pada bulan Ramadhan.  Dan asy Syafi’i memilih pendapat bahwa seseorang boleh shalat seorang diri jika dia memang ahli qira-ah” (Sunan at Tirmidzi III/170)

 

Adapun perkataan sahabat Umar bin al Khaththab radhiyallaHu ‘anHu pada suatu atsar yang shahih, tentang shalat tarawih berjama’ah pada bulan Ramadhan yaitu,

 “Ni’mal bid’atu HaadziHi (Inilah sebaik-baik bid’ah)” (HR. al Bukhari no. 2010 dan lainnya), maka perkataan beliau radhiyallaHu ‘anHu perlu diteliti kembali.  Yaitu bid’ah apa yang dimaksudkan.

 

Jika ada sebagian kaum muslimin mengira yang dimaksud oleh Umar bin al Khaththab adalah bid’ah yang dimaksud oleh syariat yaitu al muhdats (perkara yang baru, yaitu shalat tarawih di bulan Ramadhan adalah perkara yang baru) maka hal tersebut merupakan sesuatu kekeliruan karena Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam telah mensyari’atkannya shalat tarawih berjama’ah pada bulan Ramadhan sebagaimana hadits Abu Dzar radhiyallaHu ‘anHu di atas.

 

Demikian pula, jika ada sebagian kaum muslimin yang mengatakan bahwa hal ini adalah dalil dibolehkannya bid’ah hasanah, maka Allah Ta’ala berfirman,

 “Hai orang – orang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Hujurat : 1).

 

Karena kita telah mengetahui bahwa semua bid’ah dalam agama adalah hal yang dilarang oleh syari’at sebagaimana sabda Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam,

 “Wa syarrul umuuri muhdatsaatuHa wa kullu bid’atin dhalaalaH” yang artinya “Seburuk – buruk perkara adalah hal – hal baru yang diada – adakan dan setiap bid’ah adalah sesat” (HR. Muslim no. 867).

 

Pada suatu saat ‘Urwah bin Zubair berkata kepada Ibnu Abbas radhiyallaHu ‘anHu,

 “Celaka engkau, engkau telah menyesatkan manusia.  Karena engkau memerintahkan untuk melakukan ibadah umrah pada sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah) padahal tidak ada umrah pada hari – hari itu”

 

Maka Ibnu Abbas berkata,

 “Ya Uray, tanyakanlah kepada ibumu !”

 

‘Urwah bin Zubair berkata kembali,

 “Bahwasan-nya Abu Bakar dan ‘Umar tidak pernah berkata seperti itu, sedangkan mereka benar – benar lebih mengetahui dan lebih mengikuti Rasulullah dari padamu”

 

Maka dijawab oleh Ibnu Abbas radhiyallaHu ‘anHu,

 “Min Haa Hunaa tu’tawna najii-ukum birasulillaHi watajii-uukuuna bi abii bakrin wa ‘umara !?” yang artinya “Dari sinilah kalian didatangi.  Kami membawakan kepadamu (perkataan) Rasulullah dan kamu membawakan (perkataan) Abu Bakar dan Umar !?” (HR. Ahmad, ath Thabrani, Ibnu ‘Abdil Barr, Ibnu Syaibah dan Ishaq bin Rahawaih, dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalam al Mathaalib dan dihasankan oleh al Haitsami  dalam al Majma’ III/234 serta Ibnu Muflih dalam al Aadaabusy Syar’iyyah II/66)

 

Setelah membawakan ucapan Ibnu Abbas di atas, Syaikh Abdurahman bin Hasan rahimahullah menuturkan,

 “Dalam ucapan Ibnu Abbas terdapat dalil yang menunjukkan bahwasannya seseorang yang telah sampai padanya suatu dalil lalu tidak mengambilnya karena bertaklid kepada imamnya, maka orang itu wajib diingkari, karena sikapnya yang menyelisihi dalil” (Fathul Majiid Syarh Kitaabit Tauhid, hal. 338)

 

Sumber Bacaan :

 Meneladani Shalat-shalat Sunnah Rasulullah, Syaikh Muhammad bin ‘Umar bin Salim Bazmul, Psutaka Imam asy Syafi’i, Bogor, Cetakan Kedua, Rabi’ul Awal 1425 H/April 2004.

 

Qiyam Ramadhan, Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani, Pustaka at Tibyan, Solo.

 

Shahih Fiqih Sunnah Jilid 2, Syaikh Abu Malik Kamal bin as Sayyid Salim, Pustaka at Tazkia, Jakarta , Cetakan Pertama, 1427 H/Agustus 2006 M.

 

6 Pilar Utama Dakwah Salafiyyah, Syaikh ‘Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani, Pustaka Imam Syafi’i, Bogor, Cetakan Pertama, Muharram 1425 H/Maret 2004 M.

 

Mudah-mudahan Bermanfaat.


Blog EntryDo'a Berbuka Puasa RasulullahSep 11, '07 12:57 AM
for everyone

(Untuk saudara-saudaraku terkasih yang akan melaksanakan ibadah shaum)

 

Hadits Dha’if dan Hasan tentang Doa Berbuka Puasa

 

Hadits dha’if tentang doa berbuka puasa

 Dari Mu’adz bin Zuhrah, bahwasannya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi was sallam apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan, “Allahumma laka shumtu wa bika amantu …” (HR Abu Dawud no. 2358, Baihaqi 4/239 dan lainnya)

 

Hadits tersebut di atas dikatakan mursal karena Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in bukan seorang sahabat, jadi ada sanadnya yang terputus antara sahabat dan tabi’in sehingga haditsnya dikategorikan dha’if

 

Sementara itu hadits yang hasan tentang doa berbuka puasa adalah sebagai berikut :

 Doa yang biasa diucapkan Rasulullah ShallallaHu ’alaiHi wa sallam ketika berbuka puasa, DzaHabazh zhuma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah” yang artinya “Telah hilang rasa haus dan urat – urat telah basah serta pahala telah ditetapkan, insya Allah” (HR. Abu Dawud no. 2357, Ad Daraquthni III/1401 no. 2247, dan Al Hakim no. 1/422, hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Irwaa-ul Ghaliil no. 920)

 

Maraji’

 Al Masaa-il, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Darul Qalam, Jakarta, Cetakan Kedua, Tahun 2004 M.

 

Adab Harian Muslim Teladan, Abdul Hamid bin Abdurrahman As Suhaibani, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor , Cetakan Pertama, Januari 2005 M, hal. 184-185.

 

Mudah2an Bermanfaat

 

Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.  Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)

 

Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]


Blog EntryFriendshipSep 6, '07 4:36 AM
for everyone
 

Just like a rose,
so precious and rare,
is the forever friendship
the two of us share.
~
Planted with kindness,
it's warmed by the sun
of caring and sharing,
laughter and fun.
~
It's grounded in trust
and nurtured by love,
with a sprinkling of grace
from God up above.
~
Tears of sadness and joy,
like dew,
renew this friendship
I share with you.
~
And in the heart's garden,
we find the room
to be ourselves,
to grow and bloom.
~
A blessing
of beauty unsurpassed,
our friendship's a flower
that will always last


Blog Entry[DRAFT] Pelajaran LangsungAug 27, '07 5:29 AM
for everyone

Saya ingin sedikit cerita mungkin berbagi tepatnya ya?  Ini kisah nyata yang bisa diambil hikmahnya secara langsung, Insya ALLAH dapat menjadi pelajaran untuk kita semua.

Saya mempunyai seorang keponakan, Alhamdulillah orang tuanya diberi kelebihan materi. Jadi ponakanku dapat menyalurkan beberapa hobbynya yang menurut ukuran orang awam "mahal", antara lain "gokart". Dia menekuni gokart sejak kurang lebih 2 atau 3 tahun yang lalu dan kerap mengikuti kejuaraan junior di berbagai tempat di Indonesia. Ada kalanya menang dan ada kalanya gagal, hal yang biasa dalam permainan dan pertandingan.

Akhir minggu kemarin dia mengikuti kejuaraan Gokart Asia yang diadakan di Sentul. Yang mengejutkan dia mengambil 2 kelas pertandingan, yang sebetulnya tidak wajar dilakukan untuk anak usia 12 tahun.


Blog EntrySPORTIFAug 15, '07 1:46 AM
for everyone

(Sebuah Renungan untuk kita semua, ditulis oleh Ismiradhani Setiawan)

 

SPORTIF

 

Bismillahirrahmaanirrahiim

 

Ya Allah, aku bukan orang yang bisa berlaku jujur 100%, namun ajari aku agar menjadi hamba yang bisa menegakkan sportifitas, Amiin.

 

Salam dan shalawat atas junjungan Nabi Muhammad saw, keluarga dan sahabat yang telah mengajarkan islam dan mencontohkan akhlak mulia kepada kami.

 

Apakah aku mampu bersikap sportif? apakah aku mampu menerapkan sportifitas?, jawabannya bisa kadang-kadang, bisa juga: yaaaaaa ……..bisa, bisa juga: mampu donk………

 

Seberapa jauh para orang tua mengajarkan sportifitas pada anak-anak?

 

Ada beberapa peristiwa yang diperlihatkan orang tua yang belum bersikap sportif:

1.      ketika putra/i-nya terlibat dalam suatu kasus di sekolah, orang tua sangat membela dengan mengeluarkan pernyataan bahwa anak kami anak yang baik, tidak mungkin melakukan hal yang dituduhkan. Sikap inilah yang sebenarnya kurang pas ditunjukkan oleh orang tua, lebih bijak lagi kalau orang tua menyerahkan kepada pihak sekolah untuk pengusutan lebih lanjut dan kalau putra/i-nya terbukti melakukan kesalahan, siap untuk bertanggung jawab.

 

2.      tidak memberikan pembelaan dihadapan anak, tapi berikanlah ruang untuk berlaku jujur/sportif/ksatria, beri kesempatan untuk menceritakan kronologis kejadian, mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dilakukan. Dan kalau terbukti melakukan kesalahan, maka orang tua harus menerima dengan lapang dada.

 

3.      ada orang tua yang menganggap wajar/biasa, ketika putra/i-nya berciuman dengan lawan jenis di sekolah (“di toilet”) dan ketangkap basah, komentar orang tua, aaah itu khan hal biasa, namanya anak remaja.

 

Sportifitas memang lebih dikatikan dalam bidang kegiatan laga/pertandingan, namun mula dari sportifitas adalah kejujuran. Bila kita tanamkan sikap jujur, Insya Allah anak-anak akan selalu sportif, berani berkata salah ketika melakukan kesalahan.

 

Dan kejujuran sangat mudah dilatih di dalam rumah, misalnya ketika ada makanan yang harus dibagi, maka semua harus bersikap jujur, tidak mengambil yang bukan haknya.

 

Jangan pernah membela sesuatu yang sudah pasti tidak benar.

 

 

Salam,
Djoko S


Blog EntryWANITAAug 14, '07 5:25 AM
for everyone

(untuk para teman wanitaku)

 

WANITA

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?"

"Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.

"Aku tidak mengerti", kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"

"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"

Tuhan berkata :  "Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "

"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh"

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu "

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.

Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."

"Kau tahu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."

 

"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada."


Blog EntryDrinking Cold WaterAug 6, '07 10:17 PM
for everyone

Drinking Cold Water

 

 

For those who like to drink cold water, this article is applicable to you. It is nice to have a cup of cold drink after a meal. However, the cold water will solidify the oily stuff that you have just consumed. It will slow down the digestion. Once this "sludge" reacts with the acid, it will break down and be absorbed by the intestine faster than the solid food. It will line the intestine. Very soon, this will turn into fats and lead to cancer. It is best to drink hot soup or warm water after a meal.
A serious note about heart attacks - You should know that not every heart attack symptom is going to be the left arm hurting. Be aware of intense pain in the jaw line.
You may never have the first chest pain during the course of a heart attack. Nausea and intense sweating are also common symptoms. 60% of people who have a heart attack while they are asleep do not wake up. Pain in the jaw can wake you from a sound sleep. Let's be careful and be aware. The more we know the better chance we could survive.

 

 

(From

Best Regards,  Ifaham Nizam

The National Bank of  Kuwait SAK)

 

 


Blog EntryGodly adviceAug 6, '07 4:51 AM
for everyone

Godly advice



The four blessed looks:

“Look back and thank God.

Look forward and trust God.

Look around and serve God.

Look within and find God!"


I asked God, How do I get the best out of life?”


God said,

'Face your past without regrets.

Handle your present with confidence.

And prepare for the future without fear!'


"Without God, our week is:

Mournday, Tearsday, Wasteday, Thirstday, Fightday, Shatterday and Sinday. So, allow Him to be with you every day!"


"Life is short,

so forgive quickly.

Believe slowly.

Love truly.

Laugh uncontrollably.