(Untuk saudara-saudaraku terkasih yang akan melaksanakan ibadah shaum)
Hadits Dha’if dan Hasan tentang Doa Berbuka Puasa
Hadits dha’if tentang doa berbuka puasa
Dari Mu’adz bin Zuhrah, bahwasannya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi was sallam apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan, “Allahumma laka shumtu wa bika amantu …” (HR Abu Dawud no. 2358, Baihaqi 4/239 dan lainnya)
Hadits tersebut di atas dikatakan mursal karena Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in bukan seorang sahabat, jadi ada sanadnya yang terputus antara sahabat dan tabi’in sehingga haditsnya dikategorikan dha’if.
Sementara itu hadits yang hasan tentang doa berbuka puasa adalah sebagai berikut :
Doa yang biasa diucapkan Rasulullah ShallallaHu ’alaiHi wa sallam ketika berbuka puasa, “DzaHabazh zhuma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah” yang artinya “Telah hilang rasa haus dan urat – urat telah basah serta pahala telah ditetapkan, insya Allah” (HR. Abu Dawud no. 2357, Ad Daraquthni III/1401 no. 2247, dan Al Hakim no. 1/422, hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Irwaa-ul Ghaliil no. 920)
Maraji’
Al Masaa-il, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Darul Qalam, Jakarta, Cetakan Kedua, Tahun 2004 M.
Adab Harian Muslim Teladan, Abdul Hamid bin Abdurrahman As Suhaibani, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor , Cetakan Pertama, Januari 2005 M, hal. 184-185.
Mudah2an Bermanfaat
Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. An Nisaa' : 48)
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga'" (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]