rini's posts with tag: rohani & muslim

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag rohani & muslim
Blog EntrySABARNov 20, '07 4:57 AM
for everyone

Ringkasan dari “Shabar : salah satu prinsip gerakan dakwah” oleh  Yusuf Qordhowi

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah - buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang - orang yang sabar, (yaitu) orang - orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan : “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rajiuun”
(QS Al-Baqarah: 155 - 156)

 

Sesungguhnya Allah menjadikan dunia bukan sebagai tempat pembalasan ( pahala atau siksa), bukan pula sebagai tempat memutuskan sesuatu perkara, akan tetapi Allah menjadikan dunia sebagai tempat untuk membersihkan diri, tempat ujian dan cobaan. Peralihan dari satu waktu ke waktu adalah merupakan rangkaian cobaan hidup yang sambung menyambung. Lepas dari satu cobaan, muncul lagi cobaan hidup yang lain. Adanya cobaan bagi ahli iman mengandung tujuan dan hikmah yang banyak , di antaranya ialah:

1. Untuk membersihkan barisan mukminin dari mereka yang hanya mengaku-mengaku beriman.

Dalam keadaan damai dan tentram, yang baik dan yang buruk berbaur. Dengan adanya ujian akan tampak siapa yang ikhlas setia dan yang tidak, seperti terujinya emas murni dan emas imitasi melalui pembakaran. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak akan diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang - orang yang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang - orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang - orang yang dusta”(QS Al Ankabut:2 - 3).

 

2.Mendidik kaum beriman dan menjernihkan hati mereka. Mereka akan menjadi matang melalui ujian, seperti matangnya makanan dengan api.

 

3.Meningkatkan kedudukan orang-orang beriman di sisi Allah SWT.

Dengan ujian Allah meningkatkan derajat mereka, melipatgandakan pahala mereka, dan menghapus dosa - dosanya. Tiap manusia tidak luput dari dosa karena mereka bukan malaikat yang suci. Tidak ada orang yang maksum dari dosa kecuali para Nabi. Karunia rahmat Allah SWT bagi manusia sehingga mereka diuji untuk menghapus dosa - dosa mereka yang terbukti bersabar dan berjuang karena Allah semata. Sabda Rasulullaah SAW: “Tidaklah seorang muslim menderita karena kesedihan, kedudukan, kesusahan , kepayahan, penyakit dan gangguan duri yang menusuk tubuhnya kecuali dengan itu Allah mengampuni dosa - dosanya.”

Untuk mengatasi segala ujian dan cobaan ini, tatkala mendekati usia balig manusia diberi dua kekuatan oleh Allah SWT. Kekuatan pertama ialah kekuatan hidayah untuk mengetahui kebenaran-kebenaran secara tepat dan akurat, sedangkan kekuatan kedua adalah sabar. Kekuatan kedua merupakan pelengkap bagi kekuatan pertama yang akan membantu dan menopangnya dalam menghadapi perang melawan hawa nafsu dan godaan syaitan.

 

Dikatakan bahwa sabar adalah perilaku utama yang dengannya orang tercegah dari berbuat hal - hal yang buruk dan tidak baik. Ia merupakan suatu kekuatan jiwa yang dengannya segala perkara menjadi maslahat dan baik. Arti sabar menurut bahasa ialah ‘mencegah’ dan ‘menahan’, sedangkan lawannya ialah ‘keluh kesah’ dan ‘gelisah’. Sabar merupakan pegangan seorang mukmin dalam gerak langkahnya. Sabar yang terpuji dalam Al-Qur’an ialah karena Allah dan bukan untuk memperoleh pujian atau tanda jasa dari manusia. “Dan untuk Rabbmu hendaklah kamu bersabar” (QS Al Muddatsir: 7)

Sabar terbagi menjadi 3  bagian:

1. Sabar terhadap perintah, dengan jalan menaatinya.

Sabar dalam ketaatan berarti sabar terhadap tugas yang berat. Seorang yang taat dan patuh membutuhkan sabar dalam tiga hal.
Pertama, sabar sebelum ketaatan, yaitu dengan mengikhlas-kan niat, dalam melawan bayang - bayang riya dan penyimpangan lainnya. Membulatkan tekad untuk jujur dan menepati janji ini berat bagi orang yang mengerti hakekat niat, ikhlas dan keburukan riya.


Kedua, sabar pada saat bekerja, agar tidak melalaikan Allah dan tidak malas untuk menepati pelaksanaan peraturan dan hukum Allah. Selalu sabar melawan kelemahan, kekesalan dan kejenuhan. Ini juga merupakan sabar yang berat.

Ketiga, setelah selesai pekerjaan dibutuhkan kesabaran dengan tidak merasa bangga dan menepuk dada karena riya dan mencari popularitas, sehingga mengakibatkan hilangnya keikhlasan.

2.  Sabar terhadap larangan dan kemungkaran dengan jalan menjauhinya

3.  Sabar menghadapi taqdir, dengan cara tidak berkeluh kesah.

Sabar juga terbagi dua, sabar yang diusahakan  (ikhtiyari)  dan sabar yang dipaksakan (idhthirari). Sabar ikhtiyari lebih utama daripada sabar idhtirari, karena sabar idhthirari bisa dimiliki oleh semua manusia dan terdapat pada orang yang tidak ada padanya sabar ikhtiari. Sabarnya Nabi Yusuf as dalam menghadapi goadaan istri al-‘Aziz lebih utama dari kesabarannya atas kejahatan dan tipu muslihat saudara-saudaranya yang melem-parkannya ke dalam sumur.

Orang tidak boleh merasa cukup dengan satu jenis kesa-baran saja, karena ia hidup di antara perintah-perintah yang harus ia kerjakan dan larangan - larangan yang mesti ia tinggalkan, sebagaimana ia juga senantiasa berada di antara ketentuan- ketentuan taqdir yang harus ia terima, dan nikmat yang wajib ia syukuri. Ia tidak pernah lepas dari keadaan - keadaan seperti itu. Maka kesabaran tersebut harus senantiasa ia miliki sampai mati. Kesabaran merupakan suatu hal yang sulit dan harus diusahakan dengan susah payah oleh manusia.Al-Qur’an mengisya-ratkan beberapa faktor yang menunjang terlaksananya dan meringankan manusia, antara lain:

1.Memahami arti kehidupan yang sebenarnya.

Kehidupan dunia bukanlah surga kebahagiaan atau tempat tinggal abadi, tetapi medan pelaksanaan tugas dan menempuh ujian dan cobaan. Al Qur’an menjelaskan bahwa kehidupan dunia penuh kesulitan dan kepayahan.
Firman Allah: “Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam susah payah.” (QS Al Balad: 4)
Allah SWT menciptakan kehidupan dunia ini bercampur antara kesenangan dan kesusahan, antara kenikmatan dan penderitaan, antara hal - hal yang disenangi dan yang dibenci. Tidak akan ada suka tanpa duka, atau kesehatan tubuh tanpa penyakit, atau istirahat penuh tanpa lelah, atau pertemuan tanpa perpisahan, atau keamanan tanpa ketakutan.

2.Menyadari bahwa sesungguhnya manusia adalah milik Allah.

Allah SWT telah menciptakan manusia dari tiada. Jika ditarik kembali sebagian yang dimiliki manusia maka sudah seharusnya dia tidak marah kepada pemberinya dan pemiliknya. Firman Allah: “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa kemudharatan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan:” (QS An Nahl : 53)

3.Yakin akan adanya pahala yang baik di sisi Allah

Tidak ada dalam Al Qur’an janji pahala dan ganjaran yang lebih besar daripada pahala sabar. Firman Allah SWT: “Dan orang - orang  yang beriman dan mengerjakan amal - amal yang sholeh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat yang tinggi dalam syurga, yang mengalir sungai - sungai di bawahnya, itulah sebaik - baik pembalasan bagi orang - orang yang beramal, (yaitu) yang sabar dan bertawakkal kepada Rabbnya.”(QS Al Ankabut: 58 - 59)

4.Beriman kepada taqdir dan sunatullah

Apa yang menimpa diri seseorang bukanlah suatu kesalahan atau kekeliruan atau terjadi secara kebetulan. Semua yang sudah ditentukan taqdir-Nya tidak mungkin salah atau meleset. Taqdir Allah merupakan suatu kepastian baik manusia itu rela menerimanya ataupun marah -marah, baik dengan sabar ataupun dengan gelisah. Orang yang berakal harus sabar dan rela agar tidak kehilangan pahala. Kalau tidak sabar dengan rela maka sabar terpaksa yang dilakukannya tidak ada nilainya baik dari segi dien ataupun dari segi moral.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan - Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri”.” (Al Hadiid: 22 - 23)

5.Yakin akan terbebas dari musibah

Keyakinan akan datangnya kemenangan dari Allah bagi orang - orang beriman sebagai ganti ujian dan cobaan yang dialaminya akan menghilangkan kegelisahan batin, menghapus rasa putus asa, memerangi jiwa dengan sinar harapan dan percaya akan hari esok yang lebih cerah. Optimisme atau harapan adalah penggerak yang kuat, sedangkan rasa putus asa merupakan penyakit berbahaya bahkan dapat mematikan. Tak lupa pula memohon pertolongan kepada Allah SWT, berlindung kepada-Nya, berkeyakinan bahwa dia dalam perlindungan, pembelaan dan pemeliharaan Allah SWT, maka dia tidak akan teraniaya. Firman Allah SWT:“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang - orang yang sabar.” (Al Anfaal:46)

6.Meneladani  orang - orang yang sabar dan memiliki kebulatan tekad

Merenungi dengan seksama perjalanan hidup orang - orang yang sabar, khususnya para nabi dan rasul pembawa risalah Allah dan orang - orang pilihan kesayangan Allah,  dapat menopang kesabaran. Ayat - ayat yang turun di Mekkah banyak meriwayatkan perjuangan para nabi. B

 

bahkan diulang - ulang dalam beberapa surat sebagai pelipur dan penghibur bagi Muhammad SAW dan kaum beriman. Juga sebagai penguat batin dalam menghadapi musuh -musuh da’wah yang kuat perlawanannya dan banyak jumlahnya. “Dan semua kisah dari rasul - rasul Kami ceritakan kepadamu ialah kisah -kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang - orang yang beriman.” (Huud: 120).“Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami dan kami sungguh - sungguh akan bersabar terhadap gangguan - gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang - orang yang bertawakal itu berserah diri” (Ibrahim: 12)

 

Ringkasan dari “Shabar : salah satu prinsip gerakan dakwah” oleh  Yusuf Qordhowi

 


Blog EntryMarhaban ya RamadhanSep 12, '07 1:01 AM
for everyone

As-salamu’alaykum wr. wb.

 

Allahuma bariklana fi Rajab wa Sya'ban wa balighna Ramadhan.

 

Kiranya dapat dima'afkan segala khilaf kami sekeluarga yang ada. Insya ALLAH kita jalani shaum ramadhan ini dengan hati bersih damai dan  mendapat ridho ALLAH  SWT. Amin.

  

Wassalamu’alaykum wr. wb.

Rini Sumaryo & Kel.

 


Blog EntryAKU WANITA PALING BAHAGIAJul 23, '07 4:26 AM
for everyone

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

 

Untaian kata-kata indah yang dikutip dari buku :

"AKU, WANITA PALING BAHAGIA"

(Sapa Takwa Menuju Bahagia)

 Oleh : Abu Umar Basyir


*****
Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi.

Meskipun Sejuta Manusia menggapai langit dan menggali bumi demi kebahagiaan sejati.


Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia kearah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati. Keikhlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhaan Ilahi.


Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segala penghuni bumi.  Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.


Saudari Muslimah, berbahagialah dengan takdirmu. Niscaya keabadian Meghampirimu dengan segala keindahannya.


Saudari Muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu,   Niscaya Surga dunia, juga Surga Akhirat, berkenan menyambutmu


*****
Berbahagialah, karena keimananmu selalu menggenapkan
janji-janji bahagia.

Berbahagialah, karena segala keindahan tertata indah dibalik keimananmu.
Berbahagialah, karena wanita beriman tidak pernah meninggalkan dunia dgn  sia-sia.
Berbahagialah, karena kejayaan itu langkah demi langkah makin  menghamipirimu.
Berbahagialah, karena iman dan kebahagiaan ibarat sepasang saudara kembar, yang tak terpisahkan selamanya.


Berbahagialah, karena iman masih didalam hati, takkan ada yang dapat mengusikmu

  
*****
Semangat hidup selalu datang, saat saudari
barbaik hati dengan suami tercinta.
Langit-langit kehidupan, terasa sejuk menyirami hati, bila jiwa leluasa menggapai cita-cita.


Berbahagialah, saat Allah memberi kecukupan  dengan karunia yang mungkin
terlihat apa adanya.

Berbahagialah, karena dibalik duniapun, banyak kaum fakir yang lebih menderita.
Berbahagialah, karena kita memang ditakdirkan untuk menikmati kehidupan kita.
  
*****
Aku amat bahagia, meski gemuruh derita membahana bak gelombang pasang.

Aku amat bahagia, meski deru musibah tak pernah berhenti menerjang.

Aku bahagia, meskipun aku tidak mengerti; apa itu bahagia.

Aku bahagia, saat ujung sajadahnya basah karena tetesan air mata.

Aku bahagia, saat segala takdir kuterima dengan pasrah.

Aku bahagia, saat rezeki yang bersahaja kupandang sebagai anugrah tak terkira.

Aku bahagia, saat orang percaya atau tidak percaya, bahwa aku bahagia

  
*****
Saudari muslimah, terkadang kebahagiaan datang menyelinap,  saat kita tidak menyadarinya. Karena tak seorangpun yang mengetahui,  dimana kebahagiaan itu berada.


Tak seorangpun yang mampu mengungkapkan  “Arti kebahagiaan sesungguhnya”.

  
Tataplah ke kehidupanmu, dengan keutuhan seorang hamba. Penghambaan sejati adalah awal bahagia


*****
Berbahagialah, karena engkau ditakdirkan sebagai muslimah.

Berbahagialah, karena Surgamu adalah hidup bahagia.

Berbahagialah, saat duniamu menjadi Surga.


Berbahagialah, saat di alam Surga kelak engkau ditemani sang
bidadara.

Berbahagialah, karena engkau adalah Surga.

Berbahagialah, karena engkau menjadi kabar gembira.


Dari sini, kami menanti jawabanmu,

Kapan engkau menjadi kebahagiaan kita bersama?


*****
Senyumanmu, menjanjikan harapan bahagia.

Ketaatanmu, menjadi symbol ketentraman jiwa.

Keteguhanmu, bahkan menjadi pegangan kita bersama.


Saudari Muslimah, berbahagialah!

Kebahagiaan itu ada disisimu, saat setiap orang sibuk mengejarnya.

  
Saudari Muslimah, berbahagialah!

Kebahagiaan itu menyeruak indah dari lubuk hatimu, saat kami kebingungan mencarinya


*****
Berbahagialah, kala keagungan Islam memandumu menuju bahagia.

Berbahagialah, saat ajaran demi ajarannya mengikatmu dengan keteduhannya

Berbahagialah, saat banyak wanita gagal menggapai bahagia.

Berbahagialah, karena Allah memilihmu menjadi piranti bahagia.

Berbahagialah, karena Allah tidak pernah melupakan keberadaanmu, tak pernah lupa bahwa engkau Dia ciptakan untuk ada.


*****
Dimasa kecilmu, sang ibu membelaimu dengan penuh kasih, menceritakan kepadamu kisah-kisah indah, Sehingga engkau terlelap manja.

  
Dimasa remajamu, Allah menganugerahimu kecantikan,  keceriaan dan teman-teman yang lincah menggoda.


Saat engkau dewasa, engkau diberi kesempatan membahagiakan dirimu,  saudara-saudaramu dan kedua orangtuamu.


Dimasa pengantinmu, sang suami membelaimu, sehingga kembali engkau terlelap dengan manja


Berbahagialah, karena islam menyelimutimu dengan
ribuan piranti bahagia.

Berbahagialah, saat banyak wanita kafir didera derita demi derita.

Berbahagialah, karena derita sekalipun, bagimu adalah awal bahagia.

  
*****
Saudariku, berbahagialah

Karena kekayaanmu adalah harta yang tak mungkin terenggut paksa.

  
Berbahagialah

Karena kehormatanmu adalah batu mulia yang berkilau selamanya.

  
Engkau kaya, karena engkau bahagia

Engkau terhormat, karena engkau bahagia

Milikmu ada dalam lubuk sanubarimu, menjuntai dan menawarkan buah-buah kasih, daun-daun cinta.


Ketabahanmu, rasa syukurmu, ketawakalanmu, keikhlasanmu, sikap teguhmu, kepuasanmu,  Tak lain adalah kekayaan dan kehormatan sepanjang masa


Meski, ajal menjemput jiwa

Meski, raga seolah terpenjara di dunia

Meski, berjuta orang menuding, ah, dasar kampungan!


Tidak mengapa

Disudut-sudut kampung itulah, berkumpul sejuta bahagia.

  
*****
Saat hari-harimu terenggut kenistaan,

Saat ketentraman terusik melanggar kehambaan,

Saat banyak orang menertawaimu,

Saat banyak orang berkerumun meneriakimu sebagai wanita kotor,


Ternyata, kebahagiaan tidak pernah lenyap selamanya.

Taubatmu menghapuskan segala nista.

Ibadahmu, dzikirmu, shalatmu, semuanya, membuatmu tak lagi sengsara.


Saudariku, tataplah masa depan dengan lapang dada.

Kesalahan kemarin itu, anggaplah sebagai cobaan  Agar engkau lebih dewasa..

  
*****
Berbahagialah saat mimpi-mimpi indah itu menjadi kenyataan.

Disamping seorang suami yang setia, Engkau bersimpuh mensyukuri kebahagiaan.


Tahukah saudari, bahwa apa yang engkau rasakan, Adalah impian berjuta wanita?


Tahukah saudari, bahwa apa yang engkau rindukan.

Justru sampah yang terbuang dari kebanyakan wanita di dunia?

  
Kebebasan, jabatan, kedudukan, pujian, hak-hak
kesamaan, Telah mengubur mimpi wanita, mengubur banyak harapan.

Berbahagialah di rumahmu, karena engkau ibarat ratu dirumahmu, engkau dikenal sebagai wanita.


*****
Kebahagiaan tercipta, karena kita mampu menahan derita.

Kebahagiaan menyertai kita, karena kita menang melawan duka dan lara.

Kebahagiaan itu ada, karena kita diciptakan untuk bisa menyelesaikan segala persoalan yang ada.


Berbahagialah, karena Allah memberi kita kesempatan untuk menghamba.

Berbahagialah, karena banyak orang yang bermaksiat dengan rasa bangga.

Sementara kita mengutip bahagia dibalik derita.


Saudari Muslimah, berbahagialah,  karena tak ada yang melarang kita untuk tetap berbahagia


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help